Tampilkan postingan dengan label Vespa Strory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vespa Strory. Tampilkan semua postingan

Sejarah Vespa


Piaggio dibangun oleh pemuda berusia 24 tahun bernama Rinaldo Piaggio di 1884 dengan memproduksi kapal mewah, kereta, mesin hingga body truk. Terjadinya Perang Dunia 1 membawa perubahan terhadap aktivitas Piaggio selama beberapa decade. Mereka mulai memproduksi pesawat dan seaplanes alias pesawat yang memiliki kemampuan mendarat di atas air. Untuk menunjang produksinya, mereka membutuhkan fasilitas produksi yang lebih banyak. Di 1917 Piaggio membangun pabrik baru di Pisa, diikuti oleh pabrik di Pontedera empat tahun berikutnya. Sebelum dan sesudah Perang Dunia II, Piaggio menjadi salah satu produsen pesawat terbaik di Italia sebelum akhirnya pabriknya hancur akibat perang.

Lepas perang berakhir, Putra Rinaldo Piaggio, Enrico dan Armando membangun kembali pabrik di Pontedera yang luluh lantah. Setelah membawa mesin dari pabrik Biella, Enrico kembali memproduksi sebuah produk yang fokus terhadap mobilitas personal. Dia menggunakan sebagian intuisinya untuk mengembangkan kendaraan dengan desain luar biasa berkat tangan dingin insinyur aeronautika, Corradino D’Ascanio. Vespa – yang dalam bahasa Italia berarti Lebah merupakan buah dari determinasi Enrico Piaggio yang bersikeras untuk membuat sebuah produk dengan biaya rendah.

Selama lebih dari 6 dekade mendominasi segmen skuter, Vespa hingga saat ini menjadi contoh unik industri desain yang tidak akan pernah mati. Berkat inovasi baik teknologi maupun desain yang telah dituangkan telah membuat produk Vespa lambat laun berubah dari sebuah produk transportasi menjadi salah satu bagian dari sejarah sosial.

Vespa merupakan simbol dari kreativitas ala Italia yang termashyur di seluruh dunia yang dibuktikan oleh kesuksesan penjualan dari tahun ke tahun. Vespa juga terkenal sebagai salah satu merk yang bernaung di bawah payung Piaggio Group yang bermarkas di Pontedera (Pisa) dan menjadi salah satu pimpinan manufaktur roda dua di dunia.

Piaggio Group secara global memiliki beberapa pabrik, antara lain: Pontedera (Pisa) yang memproduksi merk Piaggio, Vespa dan Gilera; Scorze (Venice) tempat memproduksi Aprilia dan Scarabeo; Mandello del Lario (Lecco) untuk merk Moto Guzzi; Baramati (India) yang memproduksi light-commercial vehicles roda tiga dan empat untuk pasar India; dan Vinh Phuc (Vietnam) tempat pembuatan skuter Vespa untuk pasar lokal dan ASEAN. Rentang produksi Piaggio Group meliputi skuter, sepeda motor dan moped mulai dari kapasitass 50 hingga 1.200 cc yang dijual dibawah merk Piaggio, Vespa, Gilera, Aprilia, Moto Guzzi, Derbi dan Scarabeo. Piaggio Grup juga merupakan manufaktur untuk light commercial vehicles roda tiga dan empat dengan merk Ape, Porter dan Quargo.


1943 MP 5 Paperino / Donal Bebek
Ide untuk membuat sebuah produk untuk konsumsi massa dengan biaya murah telah memacu semangat Enrico Piaggio untuk mempelajari dan menemukan solusi agar tetap dapat melanjutkan produksi pada masa perang berakhir. Di sebuah pabrik di kota Biella, terciptalah skuter motor yang prototipenya dibuat oleh Ir. Renzo Spolti bersama stafnya. Skuter ini diberi nama MP5 (Moto Piaggio 5), sedangkan para buruh menyebutnya “Donal Bebek”. Namun ternyata Enrico Piaggio kurang menyukai prototipe itu. Karena itulah ia mempercayakan Corradino D’Ascanio untuk mempertimbangkan lagi dan membuat sesuatu yang berbeda dan lebih maju baik dari segi teknis maupun desain. D’Ascanio tidak melakukan perubahan pada skuter Donal Bebek itu, tetapi ia menciptakan kendaraan yang sama sekali baru, yaitu Vespa!

Sebelum Vespa, skuter Donal Bebek itu sempat diproduksi sekitar 100 buah. Saat ini skuter itu sangat diminati dan dicari oleh para kolektor seluruh dunia.


1945 MP 6 Prototype
Pada bulan April 1946, sepeda motor ringan dan serbaguna ini diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada publik di sebuah perkumpulan pemain golf di Roma. Di perisainya terpasang logo Piaggio baru untuk pertama kalinya, menggantikan lambang pesawat yang ada di sana sebelumnya.

Majalah “Motorciclismo” dan “La Moto” memuat skuter baru ini sebagai cover majalah mereka dan langsung menimbulkan rasa penasaran, keterkejutan dan bahkan, skeptisme di masyarakat. 50 buah berasal dari pabrik di Pontedera sekaligus ditawarkan pada acara launching resminya. Pemasaran Vespa, pada bulan-bulan pertama dilakukan melalui jaringan dealer mobil Lancia. Pada tahun pertama telah memproduksi 2.484 buah. Inilah awal petualangan skuter yang paling terkenal di dunia. Harga model ini adalah £55.000, sedang versi deluxe dijual dengan harga £66.000.


1946 Vespa 98
Pada seri kedua, Vespa 98 diproduksi sebanyak 16.500 buah. Terlihat perbaikan yang signifikan dibanding pendahulunya, baik dari segi estetika maupun teknis-fungsionalnya. Bagian depan tak lagi memiliki bukaan pintu dan ukurannya diperkecil agar penggantian roda lebih mudah. Ini karena pada masa seusai perang, kondisi jalan sangat buruk sehingga mudah terjadi kebocoran ban. Tuas starternya memiliki bentuk yang lebih ergonomis sehingga lebih mudah dioperasikan. Selain itu terdapat perubahan ukuran dan bentuk lampu-lampunya. Warna silver metaliknya mengingatkan kita pada pesawat Piaggio. Majalah-majalah yang terbit saat itu mengabarkan bahwa untuk dapat memiliki Vespa 98, peminat harus menunggu (inden) hingga delapan bulan. Akibatnya muncul pasar gelap sehingga Vespa dijual dua kali lipat dari harga resminya, yaitu £55.000 untuk model basic dan £61.000 untuk model mewah.


1947
Populasi “swarm silver” yang memenuhi jalan-jalan di Italia mendatangkan ide di benak Enrico Piaggio untuk memproduksi kendaraan yang lebih agresif, mampu berakselerasi dengan cepat dan menjadi kampiun diluar karakter Vespa kebanyakan. Hasilnya adalah Vespa 98 yang berhasil merebut gelar terbaik di Monte Mario hill climb di 1947 dengan ditunggangi oleh Joseph Cautriumphs. Vespa 98 Corsa (sirkuit) dibuat untuk memenuhi kebutuhan akan kecepatan di berbagai kompetisi dan merepresentasikan inovasi dan teknologi yang diimplementasikan Vespa di setiap produknya. Body hand made yang dicangkok di atas frame baja dengan mount tube dab suspense di kanan, rem tromol serta lubang ventilasi udara di belakang untuk mendinginkan kerja mesin merupakan inovasi paling canggih saat itu. Belum lagi sistem transmisi 3-speed, switch di setang hingga tipe karburator Garde 17 mm plus laburan warna merah, menjadi sangat imajinatif, dari awal kelahiran sang “Lebah” hingga saat ini.


1949 Vespa 125 Circuito
Pada akhir tahun 40an, produsen sepeda motor besar beranggapan bahwa cara terbaik untuk mengiklankan kendaraan mereka adalah dengan mengikuti lomba yang diadakan di sejumlah kota. Tujuannya adalah untuk mendekatkan masyarakat umum pada sektor otomotif sehinga bisa menambah pelanggan-pelanggan baru yang potensial. Piaggio juga merancang serangkaian skuter sirkuit seperti produk tahun 1949 ini yang sejak awal dirancang untuk tujuan tersebut. Selain untuk iklan, Vespa Circuito 125 juga berguna sebagai uji coba untuk menguji produk baru yang kemudian diterapkan pada produk-produk standar.

Vespa balap, dibuat sepenuhnya manual oleh spesialis dari Divisi Eksperimen (R&D) Piaggio dan digunakan dalam berbagai perlombaan sampai pertengahan tahun 50an. Skuter ini dikendarai oleh pembalap terkenal seperti Dino Mazzoncini dan Giuseppe Cau. Khusus Giuseppe Cau, dia memenangkan perlombaan dengan menggunakan kronometer di Catania-Etna pada tahun 1950 dan keluar sebagai juara pertama di kelasnya (125cc), menempati urutan ketiga dalam klasemen keseluruhan dibelakang Guzzi dan Benelli.


1950 Vespa Monthlery
Untuk mempromosikan citra sporti Vespa, Piaggio memerintahkan tim ahlinya untuk lebih fokus pada pencatatan rekor dengan tujuan untuk mengabadikan tradisi keunggulan dalam penelitian yang sudah dicapai perusahaan ini sebelum perang.

Pada tanggal 7 April 1950 di sirkuit Montlhery, Perancis, dalam 10 jam pengujian dengan tiga pembalap yang bergantian, Vespa memenangkan 17 buah rekor dunia. Termasuk dalam catatan waktu (rata-rata 134 km/jam) dari 100 mil, (rata-rata 129,7 km/jam) dari 500 mil, (rata-rata 123,9 km/jam) dari 1.000 km (rata-rata 124,3 km/jam) dalam waktu 10 jam dan jarak 1.049 km. Dengan kendaraan yang sangat mirip dengan ini ( Vespa 125 ‘circuit’ dengan bingkai paduan dari tahun 1949), pembalap Mazzoncini juga memperoleh hasil yang cemerlang pada lomba di sirkuit. Di antaranya adalah kemenangan di kelas sirkuit skuter di Genoa (Italia) yang merupakan tantangan antara Vespa dan Lambretta.

1953 125 U
Vespa ini hanya diproduksi 7.000 buah. Skuter Vespa U adalah salah satu yang paling dicari oleh para kolektor. Dibuat pada tahun 1953 sebagai model ekonomis.

Huruf “U” adalah singkatan dari utilitaria (serbaguna), karena model ini memang dibuat untuk menyaingi Lambretta. Harganya dipatok 110 dollar. Untuk pertama kalinya Vespa yang dibuat di pasar Italia memiliki lampu di setang dan bukan di mudguard depan.

1955 Vespa 150 side car
Vespa sidecar dibuat antara tahun 1948-awal 1949, ditengah-tengah keberhasilan yang diraih mesin 125 baru. Vespa model ini dibuat setelah melalui penelitian yang seksama. Skuter ini memiliki sespan tunggal yang didukung coil spring, sehingga lebih stabil dan nyaman untuk perjalanan jauh.

Pada akhir tahun 1954, Piaggio pertama kali meluncurkan Vespa 150 silinder yang juga dirancang untuk side car dengan mengedepankan garis-garis aerodinamis dan keanggunan.

Side carnya terbuat dari baja, dipasang secara manual dan dihubungkan dengan Vespa melalui sebuah tabung yang merupakan solusi unik dari Piaggio. Selain itu, gear boxnya juga diganti untuk mempermudah saat melalui jalanan yang tidak rata. Performanya mendapat banyak pujian, bahkan di medan bersalju dan lereng curam sekalipun. Model side car memadukan kenyamanan melaui penambahan windshield dan bagasi di punggung belakang, serta keamanan dan kepraktisan yang merupakan jaminan nama ‘Vespa’.


1956 Vespa 150
Pada tahun 50an, departemen pertahanan Perancis memberi tugas kepada penerima lisensi Piaggio di Perancis (ACMA) untuk membuat sebuah kendaraan untuk penggunaan militer. Hasilnya adalah Vespa yang sangat khusus, yang diproduksi sekitar 600 buah dari tahun 1956-1959 di pabrik milik ACMA di Fourchambault, Perancis.

Vespa TAP digunakan pada Legiun Asing dan Korps Parasut, dapat diturunkan dengan parasut dan dilengkapi dengan senapan 75mm (tanpa recoil), 6 amunisi, 2 kaleng bahan bakar dan sebuah gerobak kecil. Diproduksi dalam dua warna kamuflase yaitu; hijau dan warna pasir.

Meskipun beratnya 115 kg, performa Vespa TAP tidak berkurang. Bahkan ia bisa mencapai kecepatan 66km/jam, dalam kisaran 200km saat digunakan dalam kondisi yang sangat luar biasa dan tidak umum.

Sekilas Tentang Vespa

Piaggio didirikan pada tahun1884 di Italia oleh Rinaldo Piaggio. Pada awalnya Piaggio adalah pabrikan yang memproduksi peralatan kapal, rel kereta dan gerbong kereta api. Pada saat Perang Dunia Pertama berkecamuk, Piaggio memproduksi pesawat terbang.

Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio di bom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah

Dibantu oleh ahli pesawat terbang Corradino D’Ascanio, Enrico menciptakan sebuah design alat transportasi roda dua dengan inspirasi dan teknologi dari pesawat terbang. Konstruksi suspensi monoshock untuk memudahkan mengganti ban diadaptasi dari roda pesawat terbang, bahkan produk pertamanya benar-benar menggunakan roda depan pesawat terbang. Starter dibuat dari bagian komponen bom, serta bodinya terbuat dari alumunium seperti bodi pesawat terbang.


Menurut berbagai sumber, Vespa di produksi pertama kali pada tahun 1945. Kata ”Vespa” berasal dari kata ”Wesp” yang berarti ”binatang penyengat atau lebah”. Memang konstruksi Vespa jika dilihat dari atas terlihat seperti lebah.

Dalam perkembangannya, Vespa tidak hanya di pasarkan di Italia, tetapi juga laris di Perancis, Inggris, Jerman, Spanyol, Brasil serta India. Karena minat konsumen yang begitu besar, Vespa juga di prosuksi di Jerman dan Inggris.

Selain Vespa, pada masa itu juga lahir berbagai merek kendaraan roda dua jenis ini, seperti Lambreta, Zundap, Heinkel, NSU, Hummel. Akan tetapi yang hingga saat ini eksis di Indonesia adalah Vespa dan disusul oleh Lambretta

Sejarah Vespa di Indonesia

Sebenarnya penulis sendiri tidak tahu persis kapan pertama kali Vespa masuk ke Indonesia. Mencoba mencari referensi ke beberapa narasumber pun tidak membuahkan hasil yang konkret. Masing-masing narasumber mempunyai keterangan yang berbeda-beda, akan tetapi mereka mempunyai persamaan persepsi, bahwa “Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu.

Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.

Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Bahkan teman saya dari Philipina menyebut bahwa Indonesia adalah surganya Vespa. Sampai saat ini mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.

Cerita Cinta di atas Vespa



Vespa, sepeda motor yang sekalipun diproduksi tahun 1960 tapi tetap tak bisa disebut tua. Vespa menjadi kendaraan klasik yang menyimpan cerita perjalanan hidup pemiliknya.

Meski mesinnya sudah berumur puluhan tahun, kemampuannya untuk menarik memori pemiliknya ke masa lalu menjadikan motor ini tetap abadi. Selalu ada kisah yang bisa diingat bersama Vespa.

Kisah cinta menjadi satu yang sering melekat bersama Vespa. Dalam romantika percintaan seperti pada video klip, film, maupun sesi pemotretan prewedding, Vespa sering diikutkan.

Satu kisah cinta di atas vespa dijumpai Tribun dalam ajang pertemuan pecinta Vespa se-Provinsi Jambi dengan nama Kajanglako, Minggu (23/10). Kisah cinta itu milik Nanta dan Azila. Mereka datang mengendarai vespa dan tampak asyik menikmati acara Kajanglako.

Nanta adalah pemuda yang menuntut ilmu di bangku kuliah, sedangkan Azila adalah remaja yang berstatus pelajar SMA. Nanta mengatakan sudah bersama Azila selama tiga tahun.

Selama itu pula Vespa mungilnya yang berwarna hijau terang menemani perjalanan cintanya bersama Azila. Vespa itu membawa mereka berkeliling Kota Jambi bahkan juga sampai ke Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

"Vespa ini juga yang mengantar saya ke rumah calon mertua," ujar Nanta.

Menurut Nanta, jalan-jalan bersama pacar menggunakan Vespa menjadikan suasana lebih terasa romantis dan bisa membuat mereka semakin dekat. Ketika mengendarai Vespa dan mengalami permasalahan mesin, terkadang Nanta dan Azila harus menjawab pertanyaan orang yang menanyakan alasan mereka mendorong vespa. Mereka pun kompak menyebut 'habis minyak' sebagai alsannya.

Nanta pun bukan tipe pengendara yang ugal-ugalan. Ia peduli akan keselamatan dirinya dan Azila. Hal itu terlihat dari kepedulian mereka akan pentingnya helm standar.

Selain itu, Nanta juga mengatakan, Vespa bukan tipikal kendaraan untuk ngebut. Ia tidak pernah dan tidak tertarik memacu Vespa-nya dalam kecepatan tinggi. Saat di jalanan, kecepatannya hanya ada di kisaran 60 kilometer per jam.

Vespa milik Nanta merupakan keluaran tahun 1979. Bentuk mungil serta warna hijau terangnya kerap menjadikan anak-anak mengira Vespa-nya adalah mainan.

Azila pun mengaku senang berkendara bersama Nanta dan Vespa. "Lebih asyik, dak semua orang bisa pacaran di atas Vespa. Jadi lebih romantis," ujar Azila.
----------------------------
Sumber : Tribun Jambi

Fakta Singkat Tentang Vespa



Vespa Merayakan Perjalanan Abadinya Sebagai Merek Ikonik di Indonesia dengan Peluncuran Mesin State-of-the-art 3 Valves

Lebih dari 65 tahun, Vespa telah melampaui fungsi transportasi, mengidentifikasi dirinya dengan gaya hidup yang berakar pada nilai-nilai seperti kebebasan, keindahan, dan kualitas hidup.

Vespa telah banyak terlihat di jalan-jalan Indonesia sejak tahun 1960an dan telah menjadi simbol ikonik bagi masyarakat Indonesia.

Dedikasi para pecinta Vespa ditunjukkan oleh terbentuknya berbagai komunitas Vespa secara organik yang memungkinkan mereka untuk merasakan nilai dan semangat positif dari skuter paling terkenal di dunia.

Dengan jumlah lebih dari 40,000 pecinta Vespa; komunitas Vespa di Indonesia menjadi komunitas terbesar kedua di dunia setelah Italia. Untuk merayakan perjalanan abadinya sebagai merek ikonik di Indonesia, Vespa meluncurkan mesin State-of-the-art 3 Valves.

Berikut fakta-fakta singkat tentang Vespa:
Vespa pertamakali dikenal pada tahun 1946 sebagai simbol kreativitas dari Italia dan sebagai contoh unik dari “keabadian” dalam sejarah desain industri.

Desain Vespa (‘lebah’ dalam bahasa Italia) terinspirasi dari bentuk lebah yang desainnya bertahan hingga sekarang dan membuat skuter cantik ini menjadi ikon dunia sepanjang masa.
Vespa telah banyak muncul di jalan-jalan Indonesia sejak tahun 1960-an dan menjadi simbol ikon dalam masyarakat.

Komunitas sosial Vespa di Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah Italia dan beranggotakan lebih dari 40.000 pecinta vespa yang jumlahnya terus bertambah.

Vespa mulai tampil di film pada tahun 1950, 4 tahun setelah peluncurannya di pasaran, dalam sebuah film Italia berjudul “Sunday in August”, dan menjadi simbol status yang mendunia melalui “Roman Holiday” (1953) dengan Audrey Hepburn dan Gregory Peck melambaikan tangan mereka di jalanan Roma sambil mengendarai Vespa 125.

Film-film lain yang memasukkan Vespa didalamnya antara lain adalah Dear Diary (1993),Alfie (2004) dengan Jude Law dan The Interpreter (2005) dengan Nicole Kidman, Quadrophenia, Absolute Beginners, American Graffiti, The Talented Mr. Ripley, “102 Dalmatians” serta “Transformers”.

Vespa telah digunakan oleh banyak aktor dan artis dalam film, seperti Milla Jovovich, John Wayne, Henry Fonda, Gary Cooper, Sting, Antonio Banderas, Matt Damon, Gérard Depardieu, Jude Law, Eddie Murphy, Owen Wilson, Nicole Kidman dan masih banyak lagi.

Vespa Mania Banjiri Jalan Ibu Kota



Komunitas PCI (Piaggio Club Indonesia) bersama PT Piaggio Indonesia larut dalam suasana kumpuk bersama di acara Jakarta Mods Mayday yang berlangsung Minggu kemarin. Ini merupakan penyelenggaraan keenam kalinya setelah pertama kali diselenggarakan tahun 2008.

“PCI mendukung penuh perayaan Jakarta MODS Mayday, acara ini semakin menumbuhkan rasa kekeluargaan sesama pengguna Vespa” ungkap Anton “Pawpaw” Bramana, Ketua Umum PCI (Piaggio Club Indonesia)

“Kami berharap partisipasi PT Piaggio Indonesia dalam perayaan Jakarta MODS Mayday ini terus mendukung kesetiaan para pecinta Vespa yang berjiwa modern namun tetap klasik” ungkap Ignes Messyta, Communication Specialist PT.Piaggio Indonesia.

Dengan semangat muda dan kebersamaan yang erat, Vespa menjadi bagian penting dari perayaan Jakarta MODS Mayday tahun ini. Acara diawali dengan rolling thunder yang diawali dari Senayan dengan rute berikutnya menyusuri Sudirman – Senen - Cempaka Putih - Pulomas Raya dan berakhir di Maitrin Lounge di Jalan Kayu Putih Raya no.1 yang menjadi lokasi puncak perayaan Jakarta MODS Mayday kali ini. Acara MODS Mayday tahun ini diisi oleh berbagai acara seru seperti band performance, scooter contest dan live DJ.


MOD adalah sebuah subkultur yang bermula di London, Inggris pada akhir tahun 1950-an dan memuncak pada awal hingga pertengahan 1960-an. Elemen penting dari subkultur MOD meliputi fesyen, musik pop, termasuk jiwa Afrika Amerika, ska Jamaika, beat musik Inggris dan R&B serta kendaran ikonik asal Italia, Vespa.

Saat ini, gaya hidup MOD, sangat global dan dapat ditemukan di hampir semua bagian dunia, termasuk Indonesia. Untuk menghargai kelas pekerja dari semua lapisan masyarakat, setiap tahun, selalu diselenggarakan acara yang disebut MODS Mayday setiap tanggal 1 Mei secara serentak di seluruh dunia. Perayaan MODS Mayday di Indonesia tahun ini akan diselenggarakan di beberapa kota termasuk Jakarta setelah minggu lalu dirayakan di Bali.



Piaggio Club Indonesia

Sementara Piaggio Club Indonesia yang juga dikenal dengan kependekan PCI didirikan pada tanggal 15 Juli 2005 yang awalnya adalah wadah tempat berkumpulnya penggemar scooter matic Piaggio yang saat itu masih masuk ke Indonesia melalui jalur importir umum.

Dimulai dari beberapa varian Vespa ET4 kemudian berkembang menjadi berbagai varian model scooter lain seperti Piaggio X, Piaggio Liberty, Piaggio DNA, Piaggio Fly, Piaggio MP3, Vespa GT, Vespa GTS, Vespa PX, Vespa LX, dan sebagainya.

Dengan berjalannya waktu PCI juga menjadi wadah resmi perkumpulan komunitas penggemar Vespa & Piaggio di Indonesia seperti Campur Sari Vespa Jakarta, Move Indonesia, Piaggio Owners Community, Piaggio Lovers, D’Lajoers, Mata Elang, Zip Owners Group dengan jumlah anggota sekitar 1.000 orang.


kemudian untuk ketua PCI saat ini dijabat oleh Anton Brahmana (ketua ke-4) yang baru saja dilantik di bulan Maret 2013 lalu.

Fans Page

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Followers

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Flag Counter

Popular Posts